SUBJECT      :           DENNY MUHAROM ARIAWAN_55409459_3IA03_T01

CONTENT    :

 

Pada tugas softskill kali ini saya akan menjelaskan tentang suatu wirausaha yang melakukan perencanaan dan perekrutan tenaga kerja. Sebelumnya apa sih wirausaha itu? Menurut saya Wirausaha itu bisa dibilang suatu perusahaan yang tidak begitu besar dan tidak begitu kecil. Wirausaha juga bisa dibilang dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Wirausaha yang kita bangun atau bias disebut suatu perusahaan yang dibangun, Sebelumnya harus memiliki perencanaan yang matang untuk membangun perusahaan yang nantinya dapat terus berkembang dikemudian hari. Tentunya perekrutan tenaga kerja harus juga diperhatikan, agar semua yang bekerja di perusahaan tersebut dapat membentuk suatu ekosistem yang dapat menjalankan perusahaan tersebut.

Pertama saya akan membahas tentang “Perencanaan” kemudian dilanjutkan dengan “Perekrutan”.

Pembahasan tentang “Perencanaan”

Sebelum kita membangun suatu usaha, tentunya kita harus memperhatikan modal untuk mendirikan perusahaan. Sebagian besar suatu perusahaan yang didirikan biasanya sesuai dengan keuangan yang akan mendirikan perusahaan. Jika dari segi keuangan si pendiri tidak sanggup, maka dapat dilakukan peminjamaan uang agar perusahaan itu dapat berdiri. Tentunya harus melihat segi keuntungan dulu, jika perusahaan itu nantinya akan menguntungkan si pendiri, maka proses peminjaman uang dapat dilakukan. Beda halnya jika perusahaan tersebut nantinya akan merugikan si pendiri, sebaiknya jangan melakukan peminjaman uang. Tentunya kita harus lebih cermat dalam menelitinya agar tidak terjadi kerugian bagi si pendiri perusahaan. Untuk masalah lokasi perusahaan tersebut, kita harus dapat memilih lokasi yang strategis agar orang-orang minat/tertarik pada perusahaan yang didirikan. Sebelum itu sebaiknya melakukan survey terlebih dahulu agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

Pembahasan tentang “Perekrutan Tenaga Kerja”

Pada bagian Perekrutan tenaga kerja sangatlah penting, karena tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan nantinya akan menentukan jalur ekosistem yang dapat menjalan perusahaan tersebut. Dengan mendirikan perusahaan tentunya kita bisa dibilang mengurangi pengangguran yang ada di Negara kita ini. Syarat dari tenaga kerja tentunya harus dapat memenuhi Sumber daya manusia yaitu menguasai pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab dia sebagai tenaga kerja pada perusahaan tersebut. Jika memiliki perusahaan, pastinya memiliki produk-produk yang ada dalam perusahaan tersebut. Hal ini memerlukan pemasaran produk agar dapat meningkatkan daya beli produk pada perusahaan itu. Oleh karena itu, kita harus cermat dalam masalah perekrutan tenaga kerja agar tenaga kerja yang dipilih dapat menguasai pekerjaan dibidangnya. Untuk masalah imbalan, suatu perusahaan harus dapat disesuaikan dengan kondisi usaha.

Dalam tulisan kali ini saya akan membahas faktor yang mempengaruhi perusahaan selain tujuan perusahaan. Faktor tersebut adalah sumber daya perusahaan. Setiap perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas. Diharapkan perusahaan tersebut mempunyai sumber daya yang unik atau bahkan breakthrough opportunities yang tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya.

Breakthrough opportunities adalah kesempatan-kesempatan yang menolong para innovators untuk mengembangkan strategi pemasaran yang sulit ditiru dan akan membawa keuntungan dalam jangka panjang.
Contoh : Bread Talk. Bread Talk pada awal mulanya adalah breakthrough opportunities. Bagaimana dengan toko roti yang anda kenal sebelum adanya Bread Talk? Bread Talk disebut juga sebagai butik roti. Roti-roti diletakkan di nampan yang bagus, disorot lampu, dan diberikan cerita untuk setiap roti. Anda pun bisa melihat proses pembuatan roti. Hal ini jelas belum ada pada toko roti sebelumnya, dimana roti sudah dibungkus plastik, ditaruh pada tempat pajangan biasa, dan proses pembuatan roti tidak terlihat. Oleh karena itu Bread Talk dapat dikategorikan sebagai Breakthrough opportunities.

Jika perusahaan tidak memiliki breakthrough opportunities, setidaknya perusahaan memiliki competitive advantage.

Competitive advantage : perusahaan mempunyai bauran pemasaran yang dilihat lebih baik oleh pasar sasaran dibandingkan dengan bauran pemasaran yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing.
Contoh : Bandingkan Sour Sally dengan JCool. Sekalipun Sour Sally adalah innovator dan memiliki Breakthrough oppportunities di Indonesia, tetapi JCool tidak lantas kehilangan akal. Mari membandingkan kedua produk tersebut dari bauran pemasarannya. Produk? Beberapa orang mengatakan JCool lebih manis. Tempat? Untuk hal ini Sour Sally dan JCool sama-sama memilih tempat di mall. Promosi? JCool menawarkan +1 topping untuk produknya. Harga? JCool dijual lebih murah dibandingkan Sour Sally. Tetapi tentu saja para penggemar Sour Sally memiliki alasan mereka sendiri kenapa mereka tetap memilih Sour Sally sekalipun beberapa bauran pemasaran JCool lebih ‘baik’.

Beberapa hal yang berkaitan dengan sumber daya perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Kekuatan keuangan (Financial strength)

Diperlukan permodalan yang besar untuk memulai suatu jenis usaha, termasuk penelitian dan pengembangan, penelitian pemasaran, fasilitas produksi, dan periklanan.
Catatan : beberapa perusahaan masih mengabaikan pentingnya penelitian pemasaran sebelum dibentuknya suatu jenis usaha, hal ini juga yang menyebabkan perusahaan tersebut tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya ketika mereka merugi dari awal pendirian sampai dengan kebangkrutannya.

2. Kemampuan produksi dan Fleksibilitas (Producing capabilities and flexibility)

Hal ini berkaitan dengan economies of scale. Economies of scale adalah pemahaman dimana peningkatan produksi akan berakibat terhadap penurunan biaya per unit yang direalisasikan melalui efisiensi operasional.

Perusahaan yang besar dan kecil mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing dalam hal kemampuan produksi dan fleksibilitas.

Perusahaan besar mempunyai kemampuan produksi yang lebih besar tetapi fleksibilitas yang lebih rendah.

Perusahaan kecil mempunyai kemampuan produksi yang lebih kecil tetapi fleksibilitas yang lebih bsar.

Contoh : Perusahaan kue yang besar memiliki kapasitas produksi dalam jumlah besar tetapi jika seorang konsumen ingin memesan dalam jumlah sedikit dan menghendaki adanya kustomisasi pada kue yang dipesannya, tentu saja perusahaan kue yang kecil mempunyai fleksibilitas dalam hal tersebut.

Beberapa perusahaan meningkatkan fleksibilitasnya dengan meniadakan pabrik di tempat produksinya, tetapi memeberikannya kepada pihak-pihak yang mempunyai kemampuan produksi yang lebih baik.

Contoh : Perusahaan sepatu terkenal seperti Nike mendirikan pabrik di Cina dan negara-negara berkembang lainnya dimana biaya produksi terutama tenaga kerja masih murah, tetapi tetap memegang peranan dalam hal desain dan promosi.

3. Kekuatan pemasaran (Marketing strength)

Salah satu yang termasuk dalam kekuatan pemasaran suatu perusahaan adalah merek, hak paten, hubungan yang baik dengan distributor atau pengecer, tenaga penjual, ahli internet. Pemahaman yang baik tentang pasar sasaran akan memberikan keunggulan bagi perusahaan.

Sumber   :

http://strawberry-mucha.blogspot.com/2011/11/sumber-daya-manusia.html

http://artikelsdm.blogspot.com/2009/08/pentingnya-sumberdaya-manusia-bagi.html